Halaman

Tampilkan postingan dengan label Aneka Proposal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Proposal. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 05, 2012

Pulau Bidadari





Wongalas outbound & Adventure

Paket Outbound wOngAalas merupakan sebuah program yang dilaksanakan dalam bentuk Simulasi Permainan (Outbound Games) yang semuanya memiliki nilai tersendiri dan merupakan bagian dari Metode Experiential Learning yang kami gunakan.
Adapun tujuan kegiatan Outbound Training/Family Gathering/Company Outing ini secara garis besar berorientasi pada pembentukan SDM sebagai seorang individu yang handal sehingga mampu bekerjasama dalam team yang tangguh untuk menjalankan suatu program kerja dan mencari solusi permasalahan yang ada dalam dunia kerjanya

Materi
      Enthusiasm & Dynamism
      Building trust
      Team management
      Team work
      Leadership

Biaya
 Rp. 200.000*/Orang
 Lokasi Pulau Bidadari, kepulauan seribu
Fasilitas:
Program Outbound, Perlengkapan kegiatan, peralatan permainan, Instruktur kegiatan, Lokasi kegiatan.
Additional :

  • ·         Rakit*             Rp. 250.000,-/orang
          (pengarungan di laut, Dari Pulau Onrust ke Pulau Bidadari)

  • ·         Paintball*       Rp. 150.000,-/orang
  • ·         Swimcheck* (sea Formation) + keliling Pulau  Rp. 100.000,-/orang

*Minimal 30 pax, ( paket satu hari kegiatan )

Selain paket di atas kami siap untuk membuat dan merancang program bersama Anda (Tailor made) guna tercapainya visi dan misi perusahaan,dan kami juga bisa mempersiapkan semua kebutuhan kegiatan seperti : Penginapan (hotel, Villa, Tenda Camping), Trasportasi dll. Dan dengan berbagai refrensi lokasi/ tempat kegiatan yang sangat representative : Ancol, Bogor,Ciawi, Puncak, Bandung, Sukabumi, Sentul, Lembang,Anyer, Carita dll (sesuai kesepakatan bersama)

Hotline :
Hadi 0817830978
Pin 2684042E

Minggu, Maret 04, 2012

Fun & Fresh for Employee


Dasar Pemikiran

Karyawan adalah asset yang  berharga bagi perusahaan, oleh karena itu “ Eksistensi “ karyawan harus terus dijaga dan dikembangkan, dalam rangka  menjaga dan mengembangkannya, salah satu hal yang tidak kalah penting adalah membuat mereka tetap bersemangat, antusias bekerja  dan siap memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan

FUN & FRESH Program adalah salah satu program yang mengedepankan unsur anthusias, self confident, teamwork dan motivasi berprestasi secara positife yang di sampaikan dalam suasana informal /  fun dan tetap mengacu pada sasaran.

Objective

Meningkatkan kedekatan
(in Group Felling) antar karyawan dan mengeliminir kejenuhan kerja
Melalui  kegiatan Fun & Fresh Employee Gathering yang dikemas
Secara menarik dan Edukatif

Konsep Ide

Fun & Fresh Gathering for Employee diawali dengan proses  pembentukan kelompok, membangkitkan kepercayaan diri serta mengedepankan kerjasama antar karyawan sebagai team, melalui kegiatan Fun Outdoor Activity, dimana para peserta akan  berperilaku sebagai karyawan yang tangguh, dinamis dan menyenangkan.







SYNERGIC BUILDING TRAINING


Latar Belakang

Tanpa adanya kerjasama yang solid dan sinergis, perusahaan  tidak dapat tumbuh dan berkembang dan akan runtuh diterpa kompetisi pasar bebas.
Di lain pihak untuk memperoleh kerjasama solid dan sinergis diperlukan landasan awal berupa persamaan persepsi, rasa saling percaya dan tujuan yang sama. Namun demikian karena latar belakang yang berbeda, tidak mudah untuk mencapai hal itu.  Oleh karena itu  diperlukan kemauan (sikap), pengetahuan dan ketrampilan dalam menyatukan persepsi, membangun rasa saling percaya, mengembangkan tujuan yang sama hingga tercapai kerjasama solid dan sinergis.



 
TUJUAN  PELATIHAN


  • Peserta mampu memahami dan merasakan sendiri akan arti pentingnya sebuah team atau kelompok.
  • Peserta mampu mengenali dan menyadari adanya karakter pribadi yang berbeda dengan dirinya sehingga dapat lebih mudah memahami apa itu konflik dan mengetahui bagaimana mengelola konflik tersebut hingga terjadi suatu konsensus.
  • Peserta mampu mentransfer informasi yang tepat dan benar kepada anggota team atau kelompok yang lainnya sebagai dasar dari pengambilan keputusan.
  • Peserta mampu meningkatkan kemampuan memimpin team atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
  • Peserta mampu membangun sinergi didalam kelompoknya.


LEADING SALES PROGRAM


Latar Belakang

Sebuah tombak tidaklah akan berfungsi menembus sasaran tanpa ujung yang runcing, tajam dan berkekuatan, demikian juga dengan perusahaan, manakala semua strategi dan sumberdaya dikerahkan tanpa dibarengi oleh kekuatan Sales Team yang berada di garda depan (Front Liners) sebagai ujung tombak organisasi, maka sasaran organisasi tidak akan diraih sebagaimana yang diharapkan. 
Kami mempercayai bahwa PARA SALES  PERSON TANGGUH bukanlah dilahirkan, tetapi DICIPTAKAN dan berasal dari rangkaian pelatihan dan pengalaman lapangan yang dikelola secara positif dan bermental JUARA.  Setiap individu yang terjun sebagai front liners memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesuksesan di bidang tersebut

  1. Champion Mindset & Motivation,  yaitu konsep, cara pandang dan daya dorong “SUKSES” terhadap diri yang kuat, tertanam secara permanen dan menjadi gerak “REFLEK” dalam menjalani usaha penjualannya.
  2. Powerful Business Knowledge Skill, yaitu keterampilan APLIKATIF yang kuat tidak hanya tentang produk yang dijual, tetapi juga bisnis dan persaingan dalam industrinya.
  3. Effective Selling Process Skill, yaitu keterampilan yang efektif dan kreatif dalam memilih dan menjalankan proses penjualan yang memiliki kemungkinan CLOSING yang tinggi.
  4. Attractive Communication Skill, yaitu keterampilan dalam komunikasi yang memiliki DAYA TARIK yang kuat dan menciptakan BUYING MOOD konsumen.
  5. Deep-Understanding Customer,     yaitu Pemahaman yang mendalam tentang NEED-WANT-EXPECTATION serta perilaku konsumen yang mendasari maupun dalam merespon produk-produk  yang ditawarkan.  

CHAMPION LEAD-PRENEURSHIP


Latar Belakang

Kami mempercayai bahwa PARA HIGH ACHIEVER bukanlah dilahirkan, tetapi DICIPTAKAN dan berasal dari rangkaian pelatihan dan pengalaman lapangan yang dikelola secara positif, serta adanya internalisasi mental JUARA.  Sebab setiap individu, siapapun mereka memiliki hak dan potensi yang sama untuk mendapatkan kesuksesan. 
PARA HIGH ACHIEVER inilah yang akan menjadi andalan dalam mencapai kinerja terbaik bagi perusahaan.  
Namun demikian kinerja perusahaan dapat saja mengalami penurunan yang disebabkan disebabkan 3 hal
Pertama, bukan tidak mungkin PARA HIGH ACHIEVER mengalami PENURUNAN KINERJA, yang  disebabkan oleh TERJEBAK dalam CONFORT ZONE KEJAYAAN MASA LALU. 
Kedua, para High Achiever KEHILANGAN TANTANGAN & HARAPAN oleh karena tidak ADANYA TANTANGAN & HARAPAN BARU atau merasa TIDAK ADA LAGI YANG BISA MENYAINGINYA.  
Ketiga, PARA HIGH ACHIEVER adalah ASET MAHAL yang secara logis akan diperebutkan oleh banyak perusahaan.
Mempertahankan PARA HIGH ACHIEVER untuk selalu memiliki KINERJA YANG UNGGUL DAN MENINGKAT BERKELANJUTAN (HIGHER & HIGHER ACHIEVER) perlu menjadi perhatian penting perusahaan.  
Untuk itu PARA HIGH ACHIEVER perlu mendapatkan pengembangan dalam Jiwa Kepemimpinan dan Kewirausahaan Internal (LEADERSHIP + INTRAPRENEURSHIP atau KEPEMIMPINAN INTRA USAHA) atau yang kami sebut “LEAD-PRENEURSHIP”.  Program pelatihan dalam “LEAD-PRENEURSHIP” penuh dengan nuansa penciptaan tantangan dan harapan baru, teknik-teknik praktis mengembangkan kepemimpinan intrausaha, serta dilakukan dengan pendekatan INSIDE-OUT atau stimulasi pengembangan hasrat yang muncul dari dalam diri peserta(HASRAT INTERNAL)

PUBLIC RELATIONS AND HANDLING COMPLAINT


Latar Belakang

Dalam menghadapi era globalisasi dan pasar bebas, menunjukkan bahwa siapa yang menguasai informasi, maka dia akan memenangkan persaingan. Untuk itu pemahaman dan penerapan aktivitas Public Relations di berbagai organisasi, apakah itu di lingkungan lembaga maupun perusahaan amat diperlukan sebagai upaya memperluas publikasi pemasaran dan promosi.
Aktivitas Public Relations adalah jasa yang relatif baru di Indonesia, namun dari waktu ke waktu menunjukkan perkembangan yang menjanjikan, semakin banyak para pimpinan lembaga dan perusahaan yang membutuhkan pemahaman dan penerapan aktivitas Public Relations secara baik dalam organisasinya. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya komunikasi melalui aktivitas Public Relations semakin tinggi. 
Public Relations Officer, dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, baik itu pada suatu lembaga atau perusahaan, seringkali dihadapkan dengan berbagai kesulitan dalam menangani masalah yang berkaitan dengan keluhan-keluhan yang dilemparkan para pelanggan atau konsumen pemakai barang ataupun jasa suatu lembaga atau perusahaan, sehubungan dengan ketidakpuasan mereka setelah menggunakan barang ataupun jasa. Untuk menangani masalah yang muncul antara pelanggan atau konsumen atau publik yang berhubungan dengan pihak lembaga atau perusahaan, perlu kiranya pihak lembaga atau perusahaan memahami dan melakukan kecepatan antisipasi bagi kepentingan dan keuntungan kedua belah pihak. Dalam konteks ini, hal terpenting yang perlu dipahami pihak lembaga atau perusahaan adalah menerapkan keterampilan komunikasi Public Relations.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan, kecakapan, dan keterampilan komunikasi public relations, disamping juga untuk memperlancar penanganan keluhan-keluhan pelanggan, konsumen atau publik yang berhubungan dengan organisasi baik itu di lingkungan perusahaan swasta, instansi pemerintah, ataupun di berbagai lembaga, maka berikut ditawarkan suatu program kegiatan pelatihan tentang “Public Relations and Handling Complaint”

COMMUNICATION AND LEADERSHIP BUILDING


Latar Belakang

Pada era komunikasi dewasa ini, seorang pemimpin apakah itu pemimpin organisasi, perusahaan swasta, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dsb., seringkali dihadapkan pada berbagai tuntutan yang mengharuskan ia untuk dapat berkomunikasi guna memenuhi kebutuhan, tidak saja bagi dirinya tapi juga bagi para bawahannya, bahkan bagi publik yang berkepentingan dengan perusahaan. Dengan demikian, komunikasi mempunyai peran yang sangat penting bagi suksesnya tugas seorang pemimpin. Dalam konteks ini Dale S. Beach mengemukakan hasil penelitiannya bahwa: “Para eksekutif puncak dan eksekutif media secara khusus menghabiskan 60 hingga 80 persen dari waktu kerja total untuk kegiatan komunikasi. Semakin tinggi petala (hirarki) manajemen, umumnya semakin banyak diperlukan waktu untuk berkomunikasi”. Namun, dari hasil penelitian tersebut tidak berarti bahwa komunikasi itu mudah dilakukan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya.
  Tidak sedikit suatu organisasi, perusahaan, instansi, lembaga, dsb., mengalami kegagalan dalam mencapai tujuannya dikarenakan adanya hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi dapat terjadi, salah satunya adalah dipicu oleh ketidakmampuan seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya, yang sebagian besar harus dilakukan melalui kegiatan komunikasi. Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, seorang pemimpin tidak jarang menemui kesulitan dalam cara menyampaikan gagasan, pengarahan, perintah, mem-buat keputusan, memberikan teguran dan sanksi pada bawahannya, membuat rencana kerja, bahkan sampai pada upayanya dalam menghadapi kontra komunikasi yang menyerang dirinya. Sehingga ketidakmampuan atau kegagalan seorang pemimpin dalam berkomunikasi pada saat menjalankan fungsi kepemimpinannya menjadi petunjuk kurang cakapnya pemimpin dalam melaksanakan kegiatan komunikasi
Dari fenomena di atas, memberikan indikasi bahwa seorang pemimpin dituntut harus mampu,  cakap, dan terampil berkomunikasi dengan efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya. Untuk keperluan itu, maka perlu kiranya seorang pemimpin untuk menge-tahui dan memahami, prinsip-prinsip berkomunikasi, proses komunikasi, teknik-teknik komunikasi, bahkan etika komunikasi, baik itu pemimpin dalam kategori level top management, middle management, maupun lower management. Melalui kemampuan, kecakapan, dan keterampilan komunikasi yang maksimal memberikan konsekuensi pada upaya membentuk atau membangun kepemimpinan yang handal.
  Dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam meningkatkan kemampuan, kecakapan, dan keteram-pilan berkomunikasi untuk memperlancar, mengefek-tifkan, dan mengefisiensikan pelaksanaan tugas di kalangan para pemimpin di lingkungan perusahaan swasta, instansi pemerintah, berbagai organisasi, ataupun di berbagai lembaga, maka berikut ditawarkan suatu program kegiatan pelatihan tentang “Communi-cation and Leadership Building”.

ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING

Latar belakang
Dalam mengenali kemampuan, keunggulan, dan kelemahan pada diri seseorang tidaklah mudah, terlebih-lebih jika seseorang itu harus dihadapkan pada adanya tuntutan untuk mengelola organisasi atau pengembangan profesinya. Dalam hal ini tidak sedikit orang mengalami kesulitan sehingga menimbulkan sikap dan perilaku yang tidak diinginkan. Tentu saja jika sikap dan perilaku yang tidak diingin-kan itu terekspresikan dan muncul di lingkungan organisasi maka tidak saja menyulitkan dirinya tapi juga akan menyulitkan organisasi. Untuk mencapai keberhasilannya, umumnya seseorang berusaha untuk dapat memotivasi keyakinan dirinya bahwa harus dapat melakukan sesuatu. Mereka berusaha melakukan perlawanan terhadap dorongan kemalasan dalam melaksanakan berbagai kegiatan baik di lingkungan keluarganya, tempat kerjanya, maupun di lingkungan masyarakat-nya. Untuk membangun motivasi pada diri seseorang tentu saja tidak mudah, selain dirinya lingkungan pun perlu memiliki kesadaran sosial dan turut bertanggung jawab dalam menciptakan kondisi bagaimana mereka dapat memotivasi diri mereka sesuai dengan prinsip-prinsip dasar kehidupan. Mereka harus dapat menggali Potensi Diri, membentuk self concept dan self image yang positif disamping dapat mengenal diri mereka melalui penghayatan siapa saya, sehingga dari kondisi ini dapatlah diri seseorang menganalisis motivasi pribadi sampai akhirnya pada motivasi kerja. Untuk semua ini tentu saja harus didukung bagai-mana kebiasaannya dalam menerapkan apek komunikasi baik untuk dirinya maupun untuk orang lain. Memotivasi diri merupakan kumpulan perasaan dari antusiasme, optimisme, gairah, dan keyakinan diri dalam mencapai prestasi. Dari sudut pandang kecerdasan emosional optimisme merupakan sikap yang menyebabkan orang tidak sampai terjatuh dalam keadaan masa bodoh, putus asa bila dihadapkan pada kesulitan. Untuk mencapai tujuan yang bersifat prestatif tersebut, maka kami menawarkan kerjasama dalam bentuk pendidikan dan pelatihan di instansi-instansi (“indoor/Outdoor”) yang ingin mengembangkan kualitas SDM-nya, melalui Achievement Motivation Training.